Stres milih mentor bisnis? Buka Spotify, langsung bingung antara Dewa Eka Prayoga atau Christina Lie? Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak pebisnis pemula dan bahkan yang udah berjalan stuck di fase “mau dengerin yang mana dulu ya?” Aku bakal bantu kamu pecahin semua biar bisa milih yang paling pas sama kebutuhanmu.

Kenalan Dulu: Siapa Mereka di Balik Mikrofon?
Dewa Eka Prayoga itu master of branding dan marketing. Dia punya podcast Marketing Ninja yang udah jadi andalan buat yang mau belajar jualan dari nol. Background-nya di creative industry, jadi approach-nya lebih humanis dan sering ngajak pendengar mikir dari sisi “soul” bisnis.
Christina Lie itu corporate warrior sejati. Podcast-nya Business Class fokus ke manajemen, keuangan, dan scaling. Dia pernah jadi CFO di perusahaan besar, jadi setiap pembahasannya selalu backed by data dan pengalaman nyata di lapangan.
Style dan Vibe: Energy Mana yang Cocok Buat Kamu?
Dengar Dewa itu kayak ngobrol santai sama senior yang penuh energi. Banyak banget analogi, cerita pribadi, dan joke-joke receh yang tiba-tiba ngena. Episode-nya biasanya 30-45 menit, pas banget buat nemenin perjalanan pulang kantor.
Christina lebih kaya dengerin recording dari executive meeting. Bahasanya clean, structured, dan straight to the point. Episode-nya rata-rata 45-60 menit, sering dengan tamu-tamu yang punya track record jelas. Cocok buat yang suka note-taking serius.
Topik yang Dibahas: Kamu Cari yang Mana?
Ini beda tipis tapi keliatan banget. Dewa lebih sering bahas topik-topik kayak:
- Brand storytelling dan emotional connection
- Social media marketing yang terasa human
- Creative process di balik produk laris
- Mindset dan overcoming fear
Christina lebih ke:
- Financial planning dan cash flow management
- HR dan team building yang scalable
- Strategi ekspansi dan fundraising
- Operational efficiency
Intinya: Dewa ngajal kamu jualan, Christina ngajal kamu kelola.
| Aspek | Dewa Eka Prayoga | Christina Lie |
|---|---|---|
| Core Focus | Marketing & Branding | Finance & Operations |
| Episode Length | 30-45 menit | 45-60 menit |
| Format Utama | Solo & Cerita | Interview & Q&A |
| Vibe | Energetic & Spiritual | Professional & Data-Driven |

Audio Experience: Gaya Bercerita dan Produksi
Kualitas audio Dewa udah cukup oke, tapi kadang masih ada ambient noise kayak suara angin atau burung. Nggak ganggu sih, malah nambah feel “nyambung alam” dan authentic. Musik intro-nya catchy, nempel di kepala.
Christina punya produksi yang lebih polished. Suara tamu-tamunya jernih, editing seamless, dan ada segmentasi jelas (intro, main topic, Q&A, outro). Ini penting buat kamu yang dengerin sambil multitasking.
Target Audience: Kamu di Kelompok Mana?
Dewa perfect banget buat kamu yang:
- Baru mulai bisnis dari nol
- Di creative industry (fashion, F&B, content creator)
- Suka jualan tapi bingung cara ceritain produk
- Butuh boost motivasi dan mindset
Christina lebih cocok buat kamu yang:
- Udah punya bisnis running 1-2 tahun
- Bingung soal angka-angka dan sistem
- Punya team kecil yang mau discale
- Butuh guidance struktur yang kuat
Episode Rekomendasi Buat Pendengar Baru
Kalau mau coba Dewa, start dari:
- “7 Langkah Storytelling yang Bikin Orang Beli” – Episode klasik yang nggak pernah basi
- “Brand Identity vs Visual Identity” – Bikin kamu mikir ulang soal logo dan warna
- “Selling without Feeling Salesy” – Ampuh buat yang anti jualan
Kalau mau coba Christina, go with:
- “Cash Flow 101: Kenapa Profit Besar Tapi Tetap Bangkrut?” – Eye-opening banget
- “How to Hire Your First 10 Employees” – Praktis dan actionable
- “Financial Metrics yang Harus Kamu Track Setiap Hari” – Bikin kamalasan cek Excel
Kelebihan dan Kekurangan (The Real Talk)
Dewa punya kekuatan di storytelling-nya yang bisa bikin kamu merinding dan langsung action. Tapi kadang dia terlalu fokus ke “feel” dan kurang kasih template konkret. Kamu perlu ekstra effort translate kata-kata keren jadi action plan.
Christina itu guru terbaik buat yang butuh sistem. Setiap episode biasanya ada framework atau checklist. Tapi karena terlalu structured, bisa jadi terasa kaku dan kurang inspiring buat yang butuh “nyala” dulu sebelum mikir sistem.
| Aspek | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Dewa Eka Prayoga | Inspiring, energik, bikin kamu percaya diri | Kurang detail teknis, terlalu fokus feel |
| Christina Lie | Data-driven, actionable, framework jelas | Kadang terlalu kaku, butuh effort lebih buat stay engaged |
Final Verdict: Mana yang “Terbaik”?
Nggak ada jawaban mutlak. Tergantung fase bisnismu dan gaya belajarmu.
Kalau kamu lagi di fase “cari ide” atau “bingung cara jualan”, go with Dewa dulu buat dapet semangat dan arah besar. Tapi kalau bisnismu udah jalan dan kamu butuh “operating manual” yang kuat, Christina adalah jawabannya. Banyak pendengar yang akhirnya dengerin keduanya secara paralel!
Aku pribadi? Aku dengerin Dewa di pagi hari buat dapet energi, terus Christina di siang hari pas lagi ngurus operasional. Kombinasi mereka bikin bisnisku seimbang: ada jiwanya, ada sistemnya. Coba deh dengerin masing-masing 3 episode, pasti kamu langsung tau mana yang “klik”. Happy listening!




