Gue pernah ngerasain bosennya dengerin podcast bisnis yang isinya cuma teori doang. Lo tau kan, yang host-nya nanya “Terus gimana strateginya?” dan jawabannya malah “Ya tergantung konteks perusahaan lo”. Duuh, gue mau contoh konkret, bukan ramalan horoskop bisnis. Nah, pas nemu Endgame dari Gita Wirjawan, gue langsung kayak “ini dia yang gue cari-cari.”

Siapa Sih Gita Wirjawan yang Bikin Podcast Ini Beda?

Gita Wirjawan itu bukan cuma nama keren di dunia bisnis Indonesia. Pernah jadi Menteri Perdagangan, mantan CEO Archer Daniels Midland Asia Pasifik, dan pendiri Ancora Group. Tapi yang bikin gue respect, dia punya akses langsung ke tokoh-tokoh yang biasanya cuma bisa lo lihat di berita.

Bedanya, di Endgame dia nggak cuma jadi moderator yang baca-baca pertanyaan dari produksi. Obrolannya terasa kayak ngobrol santai di lounge klub golf, tapi isinya tajam banget. Lo bisa denger dia dan tamunya saling challenge, bahkan ngakak bareng. Ini yang bikin podcast ini nggak kaku.

Formatnya Gimana? Enak Didengerin Nggak?

Durasi per episode rata-rata 60-90 menit. Nggak terlalu panjang, nggak terlalu pendek. Cukup buat deep dive tanpa bikin ngantuk. Frekuensinya mingguan, biasanya rilis hari Selasa. Jadi pas buat nemenin lo macet di jalan atau nge-gym.

Gaya percakapannya bilingual, Indonesia-English. Kadang gue sih agak terganggu karena dia tiba-tiba switch bahasa pas ngejelain konsep teknis. Tapi ya gapapa, malah jadi terasa otentik kayak lagi ngobrol sama senior di kantor.

Baca:  Kritik Podcast "Hustle Culture": Kenapa Nasihat GaryVee Bisa Berbahaya untuk Pengusaha Pemula di Indonesia

Episode-episode yang Bikin Gue “Aha!”

Nih, gue kasih contoh episode spesifik biar lo tau level diskusinya:

  • Episode dengan Sandiaga Uno: Bukan cuma ngomongin politik. Mereka breakdown turnaround PT Freeport Indonesia dari sudut pandang praktis. Gue dapet insight soal negosiasi kontrak, handling stakeholder lokal, dan timing divestasi.
  • Episode bersama Nadiem Makarim: Obrolan tentang GoTo Group yang jujur banget. Nadiem cerita pivot strategis yang nyaris bikin bangkrut, bukan cuma success story yang sudah-sudah.
  • Episode bersama Pandu Sjahrir: Ngupas tuntas soal valuasi startup di tengah ketidakpastian global. Ini episode yang gue replay dua kali buat catet poin-poin pentingnya.

Yang gue suka, setiap episode selalu ada actionable takeaway. Bukan cuma “jadi pengusaha yang visioner”, tapi “coba aplikasikan framework ini di divisi sales lo minggu depan.”

Apa yang Bikin Endgame Beda dari Podcast Bisnis Lain?

Pertama, network effect-nya jelas. Tamu-tamunya itu decision maker beneran. Bukan influencer bisnis yang baru jualan e-book. Lo denger langsung dari orang yang pernah duduk di kursi paling berpengaruh.

Kedua, konteks Indonesia yang kuat. Banyak podcast bisnis global yang bagus, tapi kadang nggak relevan sama regulasi atau kultur kerja lokal. Di sini, masalah perizinan, UMKM, sampai dinamika politik dalam bisnis dibahas gamblang.

Ketiga, dia nggak takut ngomong soal kegagalan. Gita sering nanya, “Di titik itu lo pernah nggak sih mau nyerah?” atau “Kekeliruan terbesar lo apa?” Ini yang bikin podcast ini manusiawi.

Tapi Ada Juga Sih Kekurangannya

Gue jujur aja ya, bukan maksud ngehater. Podcast ini nggak untuk pemula absolut. Kalo lo masih bingung bedanya revenue sama profit, mungkin bakal kesulitan ngikutin beberapa pembahasan teknis.

Baca:  Review Podcast Thirty Days Of Lunch: Apakah Worth It Didengar Fresh Graduate?

Terus, karena tamunya level dewa, kadang obrolannya jadi terlalu high-level untuk UMKM pemula. Mereka ngomongin merger worth triliunan, sementara warung kopi lo mikirnya gimana nabung buat mesin kedua. Meski begitu, prinsipnya masih bisa di-adopt kok.

Yang terakhir, ada iklan di tengah episode. Ya wajar sih, tapi kadang placement-nya agak mengganggu flow pembahasan serius. Bukan masalah besar, tapi worth to mention.

Kapan & Dimana Lo Harus Dengerin?

Podcast ini perfect buat lo yang:

  • Udah punya bisnis minimal 2-3 tahun dan mau scale up
  • Sedang stuck di posisi manager dan mau naik ke level C-suite
  • Pengen investasi tapi bingung baca tren dari sisi insider
  • Butuh motivasi realistis, bukan sekadar quotes di Instagram

Gue dengerin paling enak sih pagi-pagi sebelom start kerja, atau malem sebelom tidur buat nge-reflect. Platformnya ada di Spotify, Apple Podcasts, YouTube, dan Google Podcasts. Kualitas audio-nya crisp, jadi nggak perlu khawatir mati-matian karena suara parau.

Verdict Gue: Worth It Nggak?

Bayangin lo bisa dengerin obrolan orang-orang yang biasanya bayar 50-100 juta buat dapetin insight mereka di private seminar. Sekarang lo dapetin gratis sambil nge-gym atau nyetir. Dari sisi ROI waktu, ini investasi paling menguntungkan buat lo yang serius di dunia bisnis.

Endgame itu kayak mentor bisnis yang nggak lo bayar, tapi tetep ngasih tau kejujuran pahitnya dunia korporat. Kadang lo setuju, kadang lo protes, tapi yang pasti lo nggak pernah bosen.

Kalo lo tipe yang suka diskusi bisnis yang no bullshit dan langsung ke inti masalah, cobain deh dengerin 3 episode. Gue jamin lo bakal ketagihan. Kalo lo masih baru di dunia bisnis, mungkin mending dengerin dulu podcast yang lebih basic, terus balik lagi ke sini pas lo udah siap level up.

Intinya, Endgame dari Gita Wirjawan itu bukan untuk semua orang. Tapi untuk target audiens yang tepat, ini adalah goldmine of insights yang sayang banget kalo dilewatin. Selamat mendengarkan, dan siap-siap buku catatan lo penuh sama aksi nyata!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kritik Podcast “Hustle Culture”: Kenapa Nasihat GaryVee Bisa Berbahaya untuk Pengusaha Pemula di Indonesia

Lo pernah denger podcast GaryVee yang ngomongin “hustle 24/7”? Aku dulu. Setiap…

Review Podcast “Ngobrolin Startup”: Realita Kerja di Tech Company yang Jarang Diceritakan HRD

Pernah denger janji manis startup soal “culture” dan “work-life balance” pas interview,…

5 Podcast Teknologi & Coding Terbaik Untuk Programmer Belajar Tren Ai Terbaru

AI berkembang cepet banget, sampe kadang gue bingung mau mulai belajar dari…

Review Podcast Thirty Days Of Lunch: Apakah Worth It Didengar Fresh Graduate?

Lo pernah nggak sih, sebagai fresh graduate, buka Spotify terus bingung mau…